Bandara Kertajati Tidak Maksimal Dan Anggota DPR Membutuhkan Aktivasi PUPR.

Anggota Komite V DPR RI Mulyadi menyoroti pemanfaatan Bandara Kertajati dalam rapat kerja dengan Kementerian Perumahan Rakyat dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Dibangun dengan anggaran Rp 2,6 triliun, bandara ini dikatakan kurang dimanfaatkan.

Oleh karena itu, kata Molyadi, PUPR diharapkan dapat memberikan efek sinergis terhadap aktivasi dan utilisasi Bandara Kertajati.

Dalam rapat kerja dengan Dinas PUPR yang digelar di Jakarta, Kamis (25/8/2020), Mulyadi mengatakan, “Untuk Cisumdawu (proyek lalu lintas tol), Kertajati perlu lebih dioptimalkan lagi.

Hingga saat ini, progres pembangunan jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan atau Cisumdawu telah mencapai 89%, dan jalur lalu lintas ini akan menambah akses jalan Kertajati.

Mulidi menjelaskan, salah satu upaya untuk memaksimalkan pemanfaatan Bandara Kertajati adalah dengan dibangunnya Pusat Haji dan Umrah Kertajati.

“Pusatnya dibangun untuk haji dan umrah, dan ada miniatur Masjidil Haram, miniatur Masjid Nabawi, bahkan Gunung Uhud dan sebagainya,” jelas Mulladi.

Mulyadi mengatakan dimungkinkan untuk mendirikan pusat haji dan umrah Indonesia di Kartagati. Karena luasnya lebih dari seribu hektar dan bisa menjadi ikon baru di Indonesia.

Mulady mengatakan ”selain menjadi destinasi religi.